Selasa, 22 September 2015

Permasalahan Air di Indonesia dan Penanganannya

Permasalahan Air di Indonesia dan Penanganannya

Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit. Dari total jumlah air yang ada, hanya lima persen saja yang tersedia sebagai air minum, sedangkan sisanya adalah air laut. Selain itu, kecenderungan yang terjadi sekarang ini adalah berkurangnya ketersediaan air bersih itu dari hari ke hari. Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Sehingga ketersediaan air bersih pun semakin berkurang. Potensi air permukaan Di Indonesia sendiri lebih kurang 1.789 milyar m3/tahun. Sekitar 119 juta rakyat Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih (Suara Pembaruan – 23 Maret 2007). Penduduk Indonesia yang bisa mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, baru mencapai 20 persen dari total penduduk Indonesia. Itupun yang dominan adalah akses untuk perkotaaan Penyebab dari terjadinya krisis air bersih ini antara lain: perilaku manusia yang kurang, Populasi yang terus bertambah dan sebaran penduduk yang tidak merata, kerusakan lingkungan, manajemen pengelolaan air yang buruk, global warming, anggaran yang tidak mencukupi, serta buruknya kinerja PAM PDAM. Kemudian krisis air bersih ini juga memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan masyarakat diantaranya dampak bagi kesehatan yaitu timbulnya berbagai macam penyakit dan dampak ekonomi yaitu sulitnya air bersih didapatkan terutama bagi rakyat miskin.

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya air dimana ketersediaan air mencapai 15.500 meter kubik per kapita per tahun, masih jauh di atas ketersediaan air rata-rata di dunia yang hanya 8.000 meter kubik per tahun. Meskipun begitu, Indonesia masih saja mengalami kelangkaan air bersih. Sekitar 119 juta rakyat Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih. Adapun yang memiliki akses, sebagian besar mendapatkan air bersih dari penyalur air, usaha air secara komunitas serta sumur air dalam. Kondisi ini ironis mengingat Indonesia termasuk kedalam 10 negara kaya sumber air tawar. Menurut laporan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Indonesia, ketersediaan air di Pulau Jawa hanya 1.750 meter kubik per kapita per tahun pada tahun 2000, dan akan terus menurun hingga 1.200 meter kubik per kapita per tahun pada tahun 2020. Padahal, standar kecukupan minimal 2.000 meter kubik per kapita per tahun.
Penyediaan air bersih bagi masyarakat erat kaitannya dengan keluaran-keluaran kualitas pembangunan manusia, dan hubungannya dengan tingkat kesehatan masyarakat, serta secara tidak langsung dampaknya dengan pertumbuhan ekonomi. Namun, yang menjadi kendala sekarang adalah pengelolaan sumber daya air yang buruk yang mengakibatkan tidak meratanya penyebaran air. Hal ini tentu saja berdampak pada kemampuan masyarakat miskin untuk menikmati pelayanan air bersih. Pada kenyataannya sekarang masyarakat miskin tidak mempunyai akses terhadap air bersih. Bahkan, masyarakat miskin harus membayar jauh lebih mahal guna mendapatkan air bersih tersebut sehingga banyak dari mereka yang tidak sanggup membayar, harus menggunakan air yang tidak bersih. Berbagai masalah yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air yang buruk ini antara lain yang menempatkan Indonesia pada peringkat terendah dalam Millennium Development Goals (MDGs). Laporan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) tentang MDGs Asia Pasifik tahun 2006 menyebutkan, Indonesia berada dalam peringkat terbawah bersama Banglades, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Niugini, dan Filipina. Karena itu, mengingat pentingnya masalah krisis air bersih ini maka harus segera dicari pemecahannya.

Program Pemerintah untuk Mengatasi Krisis Air Bersih
Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
Pembentukan Kelompok Kerja ini didasari pada pemikiran bahwa pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan tidak hanya terkait pada satu bidang tertentu tetapi harus merupakan kesatuan dari beberapa aspek, yaitu aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, sosial dan lingkungan hidup. Berdasarkan pemahaman itulah maka dibentuk Kelompok Kerja Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan, yang terdiri dari departemen-departemen terkait, yaitu Departemen Dalam Negeri, Departemen Kesehatan, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, dan Departemen Kesehatan serta dikoordinasikan oleh Bappenas.
Selain terkait dengan kegiatan Proyek Penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan ( Proyek WASPOLA, WSLIC-2, Pro-Air, CWSH, SANIMAS ), Kelompok Kerja juga terlibat pada penyusunan Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan. Saat ini baru diselesaikan Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat dan sedang dalam tahap penyusunan Kebijakan Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Lembaga ataupun kegiatan uji coba penerapan kebijakan di daerah dan kegiatan kampanye publik mengenai air minum dan penyehatan lingkungan, yang ditempuh melalui kegiatan penyusunan jurnal air minum dan penyehatan lingkungan, pembuatan poster ataupun komik.
Pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat adalah pengelolaan yang menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab, pengelola adalah masyarakat dan/atau lembaga yang ditunjuk oleh masyarakat, yang tidak memerlukan legalitas formal serta penerima manfaat diutamakan pada masyarakat setempat, dengan sumber investasi berasal dari mana saja (kelompok, masyarakat, pemerintah, swasta ataupun donor). Sedangkan pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat adalah pengelolaan yang menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab, pengelola adalah masyarakat dan/atau lembaga yang ditunjuk oleh masyarakat, yang tidak memerlukan legalitas formal serta penerima manfaat diutamakan pada masyarakat setempat, dengan sumber investasi berasal dari mana saja (kelompok, masyarakat, pemerintah, swasta ataupun donor).
Diharapkan keanggotaan Kelompok Kerja ini semakin meluas sehingga kegiatan yang dilakukan pun semakin beragam dalam rangka peningkatan aksesibilitas masyarakat akan air minum dan penyehatan lingkungan. Selain itu diharapkan pola-pola kerjaasama ini dapat direplikasikan di daerah ( baik propinsi dan kabupaten/kota) sehingga kegiatan pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik. ( Sumber : dari berbagai sumber )

Ahli pembuat macam-macam Tangki berbahan Fiberglass, Tangki Panel | Tangki Fiber | Tangki Panel Fiber | Septic Tank Fiber | Tangki Air Fiber | Tangki Pressure | Tangki STP | Tangki IPAL | Tangki Solar Fiber | Tangki Minyak | Tangki Kimia | Penjualan dan perawatan /perbaikan : Tangki Panel | Panel Fiber | Tangki Fiber | Tangki Panel Fiber | Septic Tank Fiber | Panel Tank | Tangki Mobile | Tangki Bertekanan | Tangki SPBU | Tangki Solar | Tangki Minyak | Tangki Kimia | Septic Tank | Tangki Industri | Tangki Silinder | Tangki Kotak | Tangki Panel | Tangki Panel Fiber | Roof Tank | Tangki FRP | Kontraktor Tangki Fiber | Tangki Penampungan Air | Tangki Kimia | Tangki BBM | Tangki STP | Tangki Tanam | Tangki Panel Rooftank | Waste Water Treatment Plant | Sewage Treatment Fiberglass Water Tank | Insulated Panel Tank | FRP Water Storage Tank | Fiberglass Water Tank | Insulated Panel Tank FRP Water Storage Tank | GRP Water Storage Tank | Stainless Steel Water Tank | Pressed Steel Tanks | Sectional Water Tank | Chemical Storage Tank | PE Water Tanks | HDPE Storage Tank | Rain Water Storage Tank | Rain Water Harvesting Tank | SMC Panel Tank |  Mild Steel Tank and Bolted Storage Tanks | Fiberseptic Tank Biotech | Sewage Treatment Plant | IPAL Septic Tank | Tangki Penampungan (Air, Kimia, BBM) | Panel Roof Tank | Tangki Panel Kotak | Tangki Atap Fiber | Tangki Pendingin | Tangki Pressure | Tangki Septik Komunal | Pressure Tank | | Tangki Tekan | Pressure Tank - Tangki Tekan | Water Pressure Tank -- Bekasi

Kami memproduksi dan menjual : Selain Tangki Fiber kami juga menerima pembuatan bermacam-macam produk dari bahan Fiberglass, seperti : Seluncur Fiber untuk Wahana Waterboom, Tempat Sampah Fiber, Tandon Waterpark Fiber, Tangga Darurat Fiber untuk Gedung-gedung, Furniture Fiber, Aquarium Fiber, Kolam Fiber, Septictank Fiber, Toilet Fiber, Arena Bermain Fiber, Atap Fiber dan Lain-lain.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami :

Cipta Abadi
Alamat Kantor : Jalan Elang No.04 RT.004/RW.06, Kelurahan Jati Raden – Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi 17433 Jawa Barat
Telepon : 021-92198446 / 0878 3654 8677 / 0821 1426 1210 
Email : cipta.abadi@rocketmail.com dan  abi.wanto@yahoo.co..id
Contact Person : Wanto 
Bisa dilihat di website kami sebagai berikut : www.ciptaabadi11.indonetwork.co.id



























Tidak ada komentar:

Posting Komentar